Sunday, December 30, 2018

12 Cara Menanggulangi Gempa Bumi Dahsyat

Indonesia menjadi bagian dari dunia yang memiliki kondisi alam luar biasa indah. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan kondisi yang memang cukup beresiko terkait kondisi geografisnya. Berdasarkan berbagai data, Indonesia merupakan salah satu daerah rawan gempa bumi di dunia, karena memiliki kondisi area dengan tektonik yang sangat aktif. Hal ini bisa memberikan dampak bencana alam yang cukup sering dan tidak terprediksi.
Contohnya adalah beberapa sesar (patahan) aktif yang terkenal di Indonesia yaitu Sesar Sumatera, Sesar Cimandiri di Jawa Barat dan sesar Palu-Koro di Sulawesi. Selain itu ada sesar naik Flores, sesar naik Wetar, dan sesar geser Sorong. Semua sesar ini aktif dan memungkinkan terjadinya bencana alam khususnya gempa. Pergerakan ini seringkali terjadi dengan skala Gempa dangkal (kedalaman 0 – 50 km) yang terjadi pada periode 1900 – 1995 dengan 5,5 skala richter atau lebih membuktikan bahwa beberapa lokasi merupakan daerah aktif gempa di Indonesia.
Gempa bumi merupakan salah satu peristiwa yang terjadi dengan ciri bergetarnya kulit bumi atau kerak bumi akibat adanya energi dari dalam bumi ataupun dari tenaga endogen maupun eksogen. Kekuatan ini dirasakan hingga ke permukaan bumi, sehingga hal ini bisa sampai terasa manusia yang menempati bagian permukaan bumi.
Bumi seringkali mengalami gempa mengingat lempengan tektonik yang ada di bawah bumi terus aktif dan melakukan gesekan, tumbukan serta faktor lain yang dilakukan dari dalam bumi. Sebenarnya hal ini wajar mengingat bumi terus berputar dan terus aktif memproduksi berbagai inti bumi.
Pergerakan tersebut akan terasa jika memiliki magnitudo yang memang besar dan juga disebabkan faktor yang melibatkan banyak hal. Selain itu gempa bumi bisa terjadi akibat adanya gunung berapi aktif yang nantinya menimbulkan getaran. Mengingat Indonesia berada di jalur cincin api, dimana jalur tersebut merupakan tempat hidupnya gunung berapi aktif yang dapat meletus kapan saja.
Berbicara soal gempa bumi maka kita berbicara soal pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat khususnya warga Indonesia. Mengingat apa yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, seperti halnya gempa Palugempa Lombok dan lainnya menjadikan masyarakat Indonesia lebih waspada dan menginginkan cara untuk menanggulangi atau cara mengatasi gempa bumi. Nah untuk anda yang ingin tahu berikut ini beberapa caranya :
Dalam penanggulangan bencana alam khususnya gempa bumi ada beberapa hal yang harus dilakukan agar bisa mengatasi masalah gempa bumi. Pertama adalah penanggulangan yang dilakukan sebelum gempa terjadi:
  • Pertama pastikan anda tahu area yang anda tinggali, biasanya masyarakat hanya menempati sebuah daerah atau tempat tanpa perduli hal sejenis itu. Padahal sangat penting mengenali area sendiri, seperti dekat dengan pantai atau tidak, bagaimana konstruksi dan struktur tanahnya, bagaimana kondisi alamnya, bagaimana anda mendapatkan area untuk evakuasi jika tahu ada beberapa tempat yang tidak sesuai dengan anda.
  • Biasakan untuk meletakan barang yang sangat berat dibawah dan jangan ditumpuk, menghindari adanya gempa bumi dan menyebabkan benda tersebut jatuh
  • Perbaiki kabel yang rusak menghindari kesetrum dan lainnya
  • Periksa pondasi rumah, dan usahakan untuk mencari area seperti lapang agar bisa menyelamatkan diri ketika terjadi gempa.
Jika terjadi gempa bumi, ada beberapa hal yang harus anda lakukan dan tidak boleh terserang rasa panik yang menjadikan anda hanya bisa diam atau mengurung diri karena ketakutan. Hal seperti ini akan membahayakan anda dan keluarga. Lakukan beberapa penanggulangan yaitu :
  • Segeralah keluar dari bangunan ataupun ruangan yang sedang anda tempati.
  • Utamakan diri anda sendiri dan jangan barang
  • Carilah tanah yang lapang di sekitar, hal ini akan berguna untuk anda yang memang sedang berada di area bangunan banyak. Gempa biasanya menyebabkan keruntuhan
  • Jika anda berada di pantai maka jauhi pantai dan usahakan untuk menyelamatkan diri tanpa ada bangunan di sekitar. Khawatir gempa berasal dari laut dan menyebabkan Tsunami
Tindakan yang bisa anda lakukan setelah gempa terjadi yaitu :
  • Periksa keluarga dan kondisi anda, apakah ada yang terluka atau hilang dan sebagainya
  • Biasanya sesaat setelah gempa mengalami masalah komunikasi atau masalah yang menyebabkan kota lumpuh total. Seperti listrik tidak ada, air, dan sinyal maka usahakan terus bersama keluarga.
  • Jika semua baik-baik saja maka bantu orang sekitar untuk bisa melihat orang lain, dan juga membantu orang sekitar mendata apakah mereka kehilangan orang atau keluarganya
  • Hubungi pihak yang bisa diberikan informasi, biasanya setelah bencana alam terjadi satgas atau tim khusus akan menangani masalah ini.
Itulah deretan bagaimana cara menanggulangi gempa bumi yang bisa anda lakukan. Pastikan selalu diri anda dan keluarga serta nyawalah yang paling utama dibandingkan barang atau harta anda.
Sumber: https://ilmugeografi.com/bencana-alam/cara-menanggulangi-gempa-bumi

5 Cara Menanggulangi Bencana Tsunami yang Perlu Dipahami

Fenomena alam yang terjadi seringkali menguntungkan ataupun merugikan makhluk hidup khususnya manusia. Beberapa fenomena alam yang merugikan tentu berbuntut bencana alam besar yang akhirnya meluluhlantahkan kondisi di permukaan bumi dan juga berbagai bangunan yang ada. Sebut saja gempa bumi, tanah longsorangin puting beliungsampai Tsunami.
Indonesia sendiri sudah pernah mendapatkan berbagai bencana alam seperti yang disebutkan diatas, mengingat negara kita berada di berbagai garis lempengan dan garis geografis bumi mulai dari “ring of fire”, kemudian garis khatulistiwa, lempengan Samudera Hindia dan Pasifik dan masih banyak lagi. Meskipun Indonesia memang berada di area yang bisa menimbulkan resiko bencana alam banyak masyarakat berharap tetap bisa selamat dan hidup dengan tenang.
Berbicara soal bencana alam khususnya bencana tsunami, fenomena alam ini merupakan bencana yang sudah dirasakan beberapa daerah di Indonesia. Terutama untuk kota atau area yang letaknya dekat dengan pantai atau garis laut.
Tsunami sendiri bisa terjadi karena adanya gangguan impulsif yang memberikan efek pada air laut, tentu penyebabnya bisa terjadi oleh banyak faktor. Pertama terjadi karena adanya perubahan bentuk dasar laut yang bergeser atau bergerak secara tiba-tiba, pergeserannya bisa karena gempa bumi dasar laut, gunung api dan juga land slide atau longsoran. Dari ketiganya semua berpotensi menyumbangkan resiko tsunami, namun yang paling besar adalah gempa bumi.
Tsunami yang pernah terjadi yang paling dahsyat adalah sumber gangguan impulsif yang terjadi di dasar laut akibat gunung meletus yaitu Erupsi Vulkanik Krakatau di tahun 1883. Adanya letusan Krakatau memang menyebabkan letusan terdahsyat dan tsunami terbesar sepanjang masa. Bahkan letusan menyebabkan langit mendung selama 1 tahun dan bulan terlihat berwarna biru karena bias cahaya dan awan vulkanik selama 2 tahun lebih.
Berikut ini deretan gempa bumi yang memungkinkan menimbulkan tsunami dan gelombang besar laut yaitu :
  • Adanya gempa bumi di dasar laut yang membuat gelombang
  • Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km dari permukaan air laut
  • Magnitudo gempa besar yaitu lebih dari 6 SR
  • Jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik dan juga sesar turun, biasanya gaya semacam ini dapat terjadi pada zona bukaan dan juga zona sesar
Berikut beberapa cara menanggulangi bencana tsunami yang perlu dilakukan:
  1. Pahami apa tsunami
Kebiasaan masyarakat Indonesia yang tidak mempelajari dengan baik apa saja yang dimaksud dengan Tsunami dan bagaimana bisa terjadi. Bencana Tsunami akan diketahui setelah terjadi pada sebuah daerah dan akhirnya di bahas dimana saja salah satunya media. Usahakan untuk mempelajari wilayah Indonesia khususnya kota atau area dimana anda tinggal. Apa saja resikonya dan bagaimana penanggulangannya. Sehingga ketika hal tersebut terjadi tidak akan ada masalah dan juga anda tidak akan dilanda panik. Utamakan untuk menyelamatkan dan mencari penanggulangan untuk evakuasi diri.
  1. Perlindungan garis pantai
Kejadian atau fenomena Tsunami tidak akan berpindah ke daratan, semua pasti terjadi di lautan. Hal ini mempermudah perlindungan atau penanggulangan yang terjadi. Anda bisa melakukan perlindungan garis pantai, mulai dari menetapkan aturan akan pembangunan wilayah pantai, membangun tembok penahan atau pemecah air laut, menggunakan hutan mangrove atau pohon laut lainnya yang besar dan tidak mencemari laut.
  1. Sistem peringatan Dini
Tsunami seringkali menyerang Jepang yang akhirnya menyebabkan negara Matahari Terbit ini menciptakan alat untuk bisa mendeteksi apakah gempa yang ada bisa menyebabkan tsunami atau tidak. Sistem peringatan dini ini perlu dibangun untuk bisa menginfokan pada masyarakat bahwa ada masalah di laut dan menimbulkan potensi Tsunami. Di Indonesia cara ini sudah digunakan, namun sampai sekarang belum ada alat pendeteksi gempa bumi yang bisa diciptakan. Sehingga adanya gempa masih belum bisa diantisipasi.
  1. Pendidikan mengenai tsunami
Pendidikan tsunami sangatlah penting karena berkaitan dengan pemahaman masyarakat akan bencana alam ini. Penyebab maupun tanda ataupun sifat tsunami bisa dilakukan dengan penyuluhan terhadap warga melalui pertemuan antar masyarakat, media elektronik, berbagi informasi di sekolah, sosialisasi dan lainnya. Intinya tersampaikan pemahaman akan bencana alam agar masyarakat mengerti bagaimana evaluasi.
5. Satgas penanganan bencana
Satgas merupakan orang yang penting dalam berbagai area dengan fokus menangani masalah ketika bencana alam. Mereka yang tergabung di tim penanggulangan bencana alam memang benar-benar fokus dalam penyelamatan dan tidak memikirkan orang lain melainkan diri sendiri. anda tentu tidak pernah berpikir mereka menjadi tim yang penting sampai mereka benar-benar membantu ketika ada bencana kan?
Itulah deretan cara bagaimana menyelamatkan ataupun cara menanggulangi tsunami yang bisa anda pahami. Semoga ilmu diatas bisa membantu anda dalam memahami betapa pentingnya paham akan bencana alam khususnya Tsunami sehingga dapat menolong anda dalam membantu atau mungkin suatu saat anda menjadi relawan dalam sebuah bencana alam Tsunami.
Sumber: https://ilmugeografi.com/bencana-alam/cara-menanggulangi-bencana-tsunami

Banjir : Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi

Penyebab, Dampak dan Cara Menanggulangi Banjir – Salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia khususnya di daerah kurang resapan air adalah banjir. Banjir adalahkondisi dimana suatu wilayah terendam air karena luapan air yang berlebihan. Bisa dikatakan kalau banjir adalah air dalam volume besar menggenangi suatu daerah atau area (pemukiman, persawahan, dll). Banyak juga yang mengatakan kalau bajir merupakan aliran air yang tidak lagi bisa ditampung oleh sungai, danau atau laut sekalipun sehingga air tersebut meluap ke daratan.
Pembahasan Materi Artikel Banjir Lengkap :
Karena bencana banjir ini banyak merugikan manusia, sehingga perlu diketahui apa saja yang menyebabkan banjir. Dengan begitu kita pun bisa bersama sama menghindari apa yang menjadi penyebab banjir. Nah, berikut adalah beberapa penyebab banjir yang perlu kita pahami.

Jenis Jenis Banjir

Banjir Biasa

Banjir biasa adalah banjir yang paling umum dan paling sering terjadi di wilayah perkotaan yang mana genangan air tidak terserap dalam tanah sehingga wilayah sekitar daratan akan terendam air. Banjir ini paling sering disebabkan karena buruknya saluran air yang ada serta tanah yang tergantikan dengan aspal dan berkurangnya lahan hijau membuat air tidak mampu terserap dalam tanah dengan sempurna. Selain itu durasi hujan yang berlangsung cukup lama akan menambah parah kedalaman banjir yang bahkan volume airnya bisa menenggelamkan pemukiman warga pada wilayah rendah.

Banjir Bandang

Banjir Bandang (Air Bah) adalah Banjir yang datang secara tiba-tiba dengan laju yang sangat cepat dengan volume air yang banyak dan sangat berbahaya. Bahaya yang disebabkan karena banjir bandang tentunya karena banjir jenis ini akan menyapu dengan keras yang ada didepanya sehingga akan hanyut bersama dengan air banjir yang datang. Pada banyak kasus, banjir bandang berpotensi lebih besar untuk menelan korban jiwa dikarenakan terjadinya yang tidak sempat diprediksi sebelumnya. Curah hujan yang deras dan berlangsung lama tanpa henti biasa menjadi faktor utama yang mempengaruhi penyebab terjadinya banjir bandang.
Pada dasarnya banjir bandang seperti banjir biasa yaitu dikarenakan genangan air yang tidak mampu diserap oleh tanah sekitar lokasi kejadian. Bedanya banjir bandang merupakan air banjir yang mengalir dari wilayah tinggi ke wilayah lebih rendah dengan volume air yang cukup tinggi sehingga menghasilkan aliran arus air deras dan berbahaya. Banjir bandang mampu membawa dan menghanyutkan manuisa serta benda benda yang berukuran besar seperti kendaraan bermotor hingga mobil tentunya jika benda berat tersebut terbawa arus dan menabrak rumah akan hancur, sedangkan jika menabrak manusia bisa menyebabkan luka parah hingga kematian secara langsung.
Contoh yang paling umum wilayah yang sering terkena banjir yaitu kota Jakarta. Banjir bandang yang terjadi di Ibu Kota Indonesia ini disebabkan karena luapan volume air dari sungai. Tentunya sungai yang kotor karena sampah dan kedalaman sungai yang dangkal menyebabkan banjir bandang lebih mudah terjadi. Selain kota Jakarta, kota Bandung, Semarang dan berbagai kota lainnya masih sering mengalami bencana banjir. Tetapi untuk belakangan ini pemerintah sudah serius dalam menangani banjir dan juga penyebabnya sehingga masalah banjir diharapkan bisa diminimalisir.

Banjir Rob

Banjir Air laut atau yang sering disebut banjir Rob merupakan banjir yang terjadi di wilayah sekitar pantai atau lokasi yang dekat dengan air laut. Ketinggian dataran yang lebih rendah dibandingkan kedalaman air pada saat air laut pasang menyebabkan Dataran pada lokasi tersebut akan tergenang dengan air laut. Selain itu faktor lain seperti Gelombang Ombak yang besar pada saat badai air yang terbawa angin bisa masuk hingga menggenangi wilayah sekitar. Masalah utama yang paling umum disebabkan oleh banjir Rob yaitu air laut yang menggenang jalan pada wilayah lalulintas sekitar daerah pesisir membuat banjir jenis ini bisa merusak mesin kendaraan karena kandungan garam air laut.

Banjir Longsor

Banjir Longsor adalah banjir yang jarang terjadi dan lebih sering disebabkan karena faktor alam sekitar. Banjir jenis ini susah diprediksi kapan terjadinya dan akan lebih sulit diprediksi kemana aliran akan mengalir. Contohnya yaitu Banjir Lahar Dingin, Lahar dingin adalah Lava yang terdiri dari campuran Air, Debu, Batuan dan materi lainnya yang mengalir dari dataran tinggi sumber Lava seperti Gunung Berapi. Aliran arusnya akan sangat kuat serta memiliki daya hantaman yang keras karena banyak mengandung material padat. Contoh banjir ini pernah terjadi di magelang yaitu dimana pada saat Gunung Merapi Erupsi, berita banjir ini juga sempat disiarkan di TV Radio dan surat kabar (koran).

Penyebab Banjir

1. Penebangan hutan secara liar

Seperti yang kita ketahui bahwa hutan menjadi senjata utama kita dalam menghadapi berbagai macam bencana alam seperti banjir. Dalam hal ini, pohon pohon di dalam hutan berfungsi menyerap air hujan yang mengguyur berlebihan. Sehingga air hujan yang berlebihan tersebut bisa hilang dan tidak meluap ke permukaan tanah yang akhirnya menyebabkan banjir. Jadi, sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga hutan dan keasriannya.

2. Tersumbatnya aliran sungai

Aliran sungai bisa saja tersumbat terutama karena ulah manusia. Kenapa manusia ? Karena manusia masih banyak manusia yang membuang sampah ke sungai, sehingga aliran air pun mampet dan akhirnya meluap. Selain karena sampah dari manusia, hal hal yang membuat tersumbatnya aliran sungai adalah ranting atau batang pohon yang tumbang dan jatuh ke sungai, sehingga manusia lah yang harus membersihkan sungai. Dengan bersihnya sungai, maka aliran air pun menjadi lancar dan bajir pun bisa dihindari.

3. Pemukiman di bantaran sungai

Banyak yang tidak paham jika pemukiman di bantaran sungai dapat menimbulkan luapan air. Kok bisa ? Iya, karena pemukiman di bantaran sungai sering membuat pendangkalan (akibat buang sampah ke sungai dan tanah sekitar sungai amblas). Sehingga daya tampung sungai menjadi berkurang, akibatnya air meluap dan terjadilah banjir. Sebenarnya pemerintah sudah membuat rusun rusun bagi masyarakat yang membuat rumah di bantaran sungai, hanya saja rusun tersebut masih belum maksimal sepenuhnya.

4. Banjir karena dataran rendah

Sifat air adalah mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Jadi, ketika air meluap dari sungai akan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Nah, daerah yang merupakan daerah dataran rendah akan rawan terjadi banjir. Solusinya adalah dengan membuat daerah aliran air seperti selokan, gorong gorong dan daerah resapan air kedalam tanah.

5. Curah Hujan Tinggi

Daerah yang memiliki curah hujan tinggi, jika di biarkan tanpa adanya penanganan maka bisa berpotensi besar terjadi banjir. Apalagi dataran rendah dengan curah hujan tinggi dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama, bisa jadi banjir cepat datang apabila daerah resapan air, aliran pembuangan air tidak segera di maksimalkan.

6. Drainase yang diubah fungsinya

System drainase yang sebenarnya sangat penting dalam menghindari banjir banyak diubah fungsinya, khususnya di daerah perkotaan. Drainase bisa berupa hutan dan rawa – rawa. Nah, biasanya drainase alami seperti ini diubah menjadi mall, swalayan, supermarket dan lain sebagainya. Sehingga drainase yang fungsinya untuk menampung dan menyerap air baik itu air hujan atau air luapan akan tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya air yang datang akan menjadi banjir.

7. Bendungan atau waduk yang rusak

Bendungan atau waduk menjadi tempat yang sesuai dalam menampung air hujan. Jika sarana tersebut tidak terawat dan rusak bisa jadi bencana bagi masyarakat sekitar khususnya banjir. Sselain itu ada juga bencana yang terjadi apabila tempat tampungan air tersebut rusak yakni kekeringan.

8. Banjir Badang karena Bencana Tsunami

Tsunami merupakan pergerakan gelombang air laut yang sangat besar menuju daratan. Gelombang besar ini biasanya disebabkan oleh gunjangan lempeng tektonik akibatnya dasar laut menjadi tergunjang. Gunjangan inilah yang menyebabkan perbedaan tekanan yang akhirnya menimbulkan gelombang pada air laut. Nah gelombang inilah yang biasa kita sebut dengan tsunami. Tsunami bisa menghancurkan apa saja yang berada didepannya dan bahkan bisa sampai masuk ke daratan jauh dari tepi pantai. Akhirnya tsunami yang masuk ke daratan inilah yang menyebabkan banjir.

9. Tanah tidak mampu dalam menyerap air

Ada banyak jenis tanah, tanah yang bagus dalam menyerap air biasanya gembur. Nah, daerah yang memiliki jenis tanah seperti berkapur, bebetauan biasanya dalam menyerap air tidak terlalu maksimal. Akhirnya sebagian air langsung menuju daerah rendah tanpa diserap oleh tanah.

Dampak Terjadinya Banjir

Setiap bencana memiliki dampak bagi kehidupan sekitar. Ada dampak positif dan dampak negatifnya. Tapi untuk bencana seperti banjir dan tanah longsor dampak yang ditimbulkan lebih banyak yang negatif. Untuk bencana alam yang memiliki dampak positif cukup besar contohnya adalah letusan gunung vulkanik. Baiklah, berikut adalah beberapa dampak yang ditimbulkan dari banjir.

1. Menghentikan Aktifitas Warga

Banjir yang sering terjadi pada dataran rendah biasanya mencapai kedalaman lebih dari 1 meter. Dengan kedalaman tersebut akan dapat menggenang hingga masuk rumah dan menenggalamkan pemukiman warga. Dengan begitu, maka aktifitas warga sehari hari pun akan terhenti. Bahkan jalan ikut tenggelam dan akses transportasi menjadi mustahil dilakukan.
Selain itu pakaian dan perabotan rumah tangga yang hanyut terbawa banjir menimbulkan kerugian bagi warga dan bisa menghentikan akitifitas sehari hari misalnya memasak. Untuk itulah di tempat pengungsian banjir, warga membutuhkan pakaian ganti dan alat masak jika diperlukan.

2. Kerugian Ekonomi

Jika dilihat secara materi, para korban banjir banyak kehilangan aset mereka. Contohnya adalah televisi, kulkas dan perabotan elektronik lain yang dapat rusak jika terendam air. Selain itu aktifitas warga untuk bekerja pun ikut terganggu dan akhirnya mereka banyak mengalami kerugian dalam hal ekonomi.
Kerugian dalam hal Ekonomi membuat masyarakat sekitar wilayah yang sering terkena banjir akan susah berkembang lebih maju dan produktif. Oleh sebab itu penghambatan peningkatan kesejahtraan yang diakibatkan karena banjir yang tidak segera ditangani justru malah bisa membuat meningkatnya jumlah kemiskinan warga sekitar terjadi bencana karena harus selalu mengeluarkan biaya baik untuk perbaikan rumah, kesehatan dan lain lain dari hal yang disebabkan oleh Banjir.

3. Sulit mendapat air bersih

Air bersih akan sulit didapatkan jika banjir terjadi di hampir seluruh wilayah. Wilayah yang tergenang air kotor akan menyebabkan warga mendapatkan air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci. Untuk air minum atau untuk konsumsi bisa menggunakan air galon atau air isi ulang. Tapi untuk keperluan mandi akan kesulitan dan memaksa warga untuk menahan tidak mandi.

4. Timbulnya wabah penyakit

Banjir yang datang biasanya merupakan air kotor. Sehingga, warga yang sudah terkontaminasi akan mudah terkena penyakit seperti gatal gatal pada kulit. Selain itu, genangan air kotor di daerah sekitar banjir juga bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk DBD hal ini bisa berbahaya bagi anak anak korban kebanjiran. Penyakit seperti diare pun juga sering menyerang para korban banjir khususnya anak anak.

5. Korban meninggal dunia

Banjir yang datang dengan begitu derasnya bisa menghanyutkan dan menenggelamkan warga. Sehingga warga yang hanyut bisa meninggal dunia. Dampak ini juga bisa menyebabkan anggota keluarga mendapat efek psikologi yang tidak baik.

Cara Menanggulangi Banjir

Setelah mengetahui penyebab dan dampak terjadinya banjir, marilah kita semua memperhatikan hal hal disekitar lingkungan kita apakah akan bisa menyebabkan banjiratau tidak. Dengan memperhatikannya secara otomatis akan membuat kita menanggulangi banjir.

1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Ini merupakan hal pertama untuk diri sendiri dan gerakan sadar untuk menjaga lingkungan. Hal seperti membuang sampah sembarangan ke sungai jangan sampai dilakukan karena akan menyumbat aliran air.

2. Tidak membuat rumah di pinggiran sungai

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa pemukiman di pinggir sungai akan menyebabkan pendangkalan dan mengurangi daya tampung sungai. Oleh karenanya jangan membuat rumah di sekitar pinggir sungai.

3. Melaksanakan tebang pilih dan reboisasi (penghijauan kembali)

Hutan yang ditebang ada baiknya memilih pohon pohon yang sudah besar dan tidak menebang pohon yang masih kecil. Sehingga cadangan pohon masih tersedia didalam hutan dan laksanakan program reboisasi. Setelah menebang pohon ada baiknya segera melakukan reboisasi supaya hutan tidak gundul.

4. Rajin membersihkan saluran air

Saluran air seperti sungai, selokan dan gorong gorong sangat penting untuk dibersihkan secara berkala. Hal ini bertujuan supaya air tetap mengalir lancar dan tidak tersumbat yang nantinya menimbulkan banjir. Anda pun bisa mengusulkan kepada RT/RW untuk mengadakan program bersih desa khususnya membersihkan saluran air setiap minggu atau minimal setiap bulan sekali.
Sumber: https://jagad.id/artikel-bencana-banjir/